MESJID TIBAN TUREN MALANG

Diposting pada
Mesjid tiban turen

Mesjid tiban turen malang “Bihaaru Bahri’asali Fadhaailir Rahmah” Turen kabupaten malang provinsi jawa timur menjadi sangat terkenal ketika masyarakat menganggapnya sebagai mesjid tiban (tiba-tiba berdiri). Kontan hal ini membuat rasa penasaran banyak orang. Tidak hanya orang2 sekitar tetapi juga orang2 dari berbagai daerah di Indonesia. Terletak di jalan KH. Wahid Hasyim Gang Anggur No. 10, RT 07/RW 06 Desa sananrejo,Kecamatan Turen, kabupaten malang itu yang berarti Segarane, Segara madune, Fadhole Rohmat. Rintisan pondok ini di mulai pada tahun 1963 oleh romo kyai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam, atau yang biasa akrab disapa Kyai Ahmad.

Dirintis mulai tahun 1963, pada tahun 1978 mulai ada santri yang menetap. Pada tahun itulah mulai ada pembangunan meskipun dalam sekala kecil-kecilan hingga tahun 1992. untuk Masjid ini sendiri mulai dibangun pada pada tahun 1991 dan berlangsung hingga saat ini, tidak ada yang tahu kapan seleseinya. Yang menarik dalam pembangunan mesjid ini adalah tanpa adanya desain arsitektur atai perencanaan sipil. Semuanya serba mengalir saja. Dan tentunya menurut si empunya setiap ornament atau banguanan itu mempunyai nilai filosofi. Dikarenakan setiap pembangunan ornament atau fisik lainnya selalu melalui proses istikhara untuk minta petunjuk dari Allah SWT

Jadi anggapan bahwa mesjid ini tiba-tiba muncul adalah keliru. Karena proses pembangunan nya sudah berlangsung sangat lama. Dan memang terkesan agak tertutup dari masyarakat sekitar. Sehingga banyak yang kaget ketika tiba2 melihat bangunan beberapa tingkat yang sangat kontras dengan bangunan di sekitarnya..yang menjadikan unik dari bangunan ini adalah bentuk dan ornamenya. Juga semua pembangunan di tangani oleh para santri. Tidak seperti sebagian besar bangunan mesjid yang sering mencari donator kesana kemari, pembangunan mesjid ini tidak meminta donasi dari luar. Padahal jika kita telusuri lebih dalam material bangunan yang digunakan banyak yang kelas atas. Seperti marmer yang di pakai untuk lantai.

Dilihat sekilas bisa kita kalkulasi berapa milyar biaya yang di habiskan untuk membangun mesjid tersebut. Bangunan 9 lantai dengan ornament unik dan bahan bahan kelas atas memperlihatkan besarnya biaya yang telah dikeluarkan oleh pengelola mesjid ini. Mesjid ini juga di lengkapi dengan. Lift. Sehingga jamaah yang hendak naik ke tingkat atas lebih mudah dan nyaman.

Lingkungan mesjid ini sangat asri. Beberapa pohon2 besar juga dipertahankan hidup. Pembanguan atau perluasan areal tidak mengorbankan pepoohonan yang ada. Bahkan perluasan areal menyesuaikan dengan bangunan akan di bangun..di lantai dasar terdapat pintu masuk dibuat berlorong dan dihiasi dengan lampu sehingga memberikan kesan tersendiri. Di situ kita bisa menemukan toko2 yang menjual makanan ringan, cinderamata. Pengunjung bisa menjelajah semua lantai yang ada di mesjid itu.

Selain beberapa deret took yang menjual aneka cirri khas mesjid dan pondok. Di areal pondok dan mesjid juga dilengkapi dengan kebun binatang mini. Sehingga cukup lengkap sudah mesjid itu menjadi tempat kunjungan wisata.

Semoga tidak sekedar menjadi tempat wisata sehingga fungsi mesjid menjadi hilang. Mesjid hanya di tonton bukan untuk kegiatan ritual keagamaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *